Menurutnya, kelangkaan chip memori menjadi faktor utama yang memengaruhi stabilitas harga dan ketersediaan produk di pasaran.
“Penjualan komputer di 2026 memang cenderung lesu. Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran kelangkaan chip memori yang berdampak langsung pada harga perangkat,” ujar Ridwan, Jumat (13 Maret 2026).
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 sempat terjadi lonjakan pembelian komputer, baik dari masyarakat maupun pelaku industri.
Namun, kondisi tersebut berbalik di tahun ini seiring meningkatnya harga komponen.
Kenaikan harga RAM, khususnya DDR4 ECC, disebut cukup signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan, tingginya permintaan dari sektor data center, serta fluktuasi distribusi komponen hardware.