Ia juga menekankan pentingnya patient selection, clinical considerations, serta pemahaman terhadap aspek regulatory dan ethical dalam pengembangan regenerative treatment.
Salah satu sesi utama dalam executive summit adalah Executive Talk Show “Mastering Hair & Facial Regeneration”, yang menghadirkan:
● Dr. Andreas Widiansyah, Sp.DVE, FINSDV, FAADV, Dermatologist dan Chief of Indonesian Laser Dermatology Study Group
● Dr. Chen Ik Cen, M. Biomed (AAM), Aesthetic & Anti-Aging Doctor serta Founder, Chen Group
● Dr. Vincentius Fabriyanti, M. Biomed (AAM), Aesthetic Doctor dan Founder
Diskusi akan membahas bagaimana membangun high-performance aesthetic clinic, menentukan positioning, mengembangkan differentiated treatment portfolio, mengadopsi teknologi secara tepat, hingga meningkatkan patient acquisition, conversion, retention, dan lifetime value.
Dr. Andreas Widiansyah
“Klinik yang mampu bertahan dan berkembang bukan hanya klinik yang memiliki teknologi terbaru, tetapi klinik yang mampu mengintegrasikan clinical excellence dengan kebutuhan pasien dan sistem pelayanan yang konsisten.” — Dr. Andreas Widiansyah, Sp.DVE, FINSDV, FAADV
Dr. Chen Ik Cen
“Technology should create clinical value and business value at the same time. Bagi kami di Chen Group, Re:H menjadi salah satu contoh teknologi yang memberikan kontribusi nyata, bukan hanya dari sisi treatment, tetapi juga dari sisi pengembangan bisnis klinik. Re:H telah menjadi salah satu produk unggulan dalam treatment portfolio kami karena mampu mendukung kebutuhan pasien sekaligus membuka peluang pertumbuhan revenue.”
“Jadi, tantangannya bukan sekadar memilih teknologi yang paling baru, tetapi bagaimana memilih dan mengoptimalkan teknologi yang benar-benar memberikan value bagi pasien dan bagi sustainability bisnis klinik.” — Dr. Chen Ik Cen, CEO Chen Group
Dr. Vincentius Fabriyanti
“Dari pengalaman saya menjalankan Dr. Vincentius Clinic di Palembang, saya melihat bahwa patient retention dimulai dari pengalaman yang baik sejak konsultasi pertama. Pasien tidak hanya membutuhkan treatment, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang jelas mengenai kondisi mereka, treatment plan yang personalized, serta journey yang terarah.”
“Ketika hal tersebut dapat diberikan secara konsisten, hubungan antara klinik dan pasien tidak berhenti pada satu kali treatment, tetapi dapat berkembang menjadi long-term relationship yang memberikan value bagi pasien sekaligus mendukung pertumbuhan klinik.” — Dr. Vincentius Fabriyanti, CEO Dr. Vincentius Clinic
Ketiga narasumber juga akan membahas bagaimana klinik dapat meningkatkan Average Transaction Value, melakukan cross-treatment strategy, mengoptimalkan treatment room utilization, serta membangun recurring revenue.
Jika clinical innovation menjadi salah satu fondasi pertumbuhan klinik, maka AI dan digital transformation menjadi faktor yang semakin menentukan bagaimana klinik membangun awareness, mendapatkan pasien, dan mempertahankan hubungan dengan customer.
Pada sesi “Growth Hack in AI Era”, Adythia Pratama akan membahas perubahan consumer behavior di era AI, AI-powered marketing, content creation, customer insight, personalization, organic patient acquisition, hingga bagaimana klinik dapat membangun lean but high-impact marketing systems.