“Kami mendesak KPK segera mengumumkan identitas oknum jaksa Kejati Banten yang terjaring OTT. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Hukum harus ditegakkan secara transparan dan berkeadilan,” tegas Yuliano dalam orasinya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa keranda mayat sebagai simbol matinya keadilan, demokrasi, dan hati nurani penegak hukum akibat dugaan intervensi terhadap penanganan perkara OTT.
SAKSI mengungkapkan, OTT KPK dilakukan di wilayah Tangerang, Banten, dengan mengamankan sembilan orang dari berbagai latar belakang. Salah satunya diduga kuat merupakan oknum jaksa di lingkungan Kejati Banten. KPK juga mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp900 juta yang diduga terkait praktik suap dan pemerasan dalam pengurusan Tenaga Kerja Asing (TKA).
“Uang ratusan juta rupiah ini adalah bukti nyata praktik mafia hukum. Kalau oknum jaksa diserahkan ke institusi asalnya, itu sama saja mengubur kasus ini di bawah meja,” ujar Yuliano.
SAKSI juga menyoroti langkah penyerahan oknum jaksa tersebut ke Kejaksaan Agung, yang dinilai menimbulkan konflik kepentingan dan mencederai independensi KPK.