Bagi QRS, hasil akhir pertandingan bukanlah hal yang paling utama. Menurutnya, nilai terbesar dari kegiatan nobar adalah terciptanya ruang kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Yang penting bukan siapa yang juara. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh warga Bekasi bisa berkumpul, tertawa bersama, menikmati pertandingan kelas dunia dan memperkuat rasa persaudaraan. Momentum seperti ini yang harus dicatat,” kata QRS.
Ia menambahkan, Festival Rakyat Nusantara menjadi sarana mempererat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum dalam satu ruang kebersamaan.
Semangat tersebut juga tercermin dalam Undangan KADIN Kota Bekasi Nomor 032/DP/VII/2026 tertanggal 15 Juli 2026 yang menempatkan Festival Rakyat Nusantara tidak hanya sebagai hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan nobar juga mulai memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang di sekitar Plaza Patriot Candrabhaga mengaku mengalami peningkatan penjualan menjelang partai final.
Seorang pedagang kopi keliling asal Teluk Pucung mengaku penjualannya meningkat setiap kali digelar nobar pertandingan Piala Dunia.
“Alhamdulillah, yang pesan kopi banyak, Bang. Rezeki anak saleh selama ada nobar Piala Dunia,” ujarnya.
Pengakuan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang makanan dan minuman di sekitar lokasi acara.
Mereka optimistis laga final Spanyol kontra Argentina akan menjadi puncak lonjakan pengunjung sehingga omzet penjualan diperkirakan meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.
Menurut QRS, kegiatan nobar menjadi salah satu bentuk sinergi yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui meningkatnya transaksi pelaku UMKM.