“Formula SAE Italia 2026 bukan sekadar kompetisi; ini adalah bukti kerja keras dan semangat kami dalam dunia balap mobil selama 15 tahun terakhir. Berkat usaha tersebut kami berhasil menorehkan prestasi terbaik secara menyeluruh selama berlomba di Eropa,” ujar Bramastya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini membantu perjalanan tim dalam mengembangkan inovasi dan mengikuti kompetisi internasional.
“Hasil ini tidak akan hadir tanpa bantuan dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor, rekan, dan pemerhati di tanah air atas dukungan yang tak pernah surut terhadap inovasi generasi muda Indonesia,” katanya.
Perjalanan Bimasakti Racing Team menuju Formula SAE Italy 2026 juga menjadi bagian dari proses pengembangan teknologi kendaraan Formula Student hybrid.
Sebelumnya, tim memperkenalkan BM-14H, yang disebut sebagai mobil Formula Student hybrid pertama di Asia Tenggara.
Pengembangan tersebut kemudian dilanjutkan melalui BM-15H yang menjadi kendaraan andalan tim pada kompetisi tahun ini.
Proses pengembangan kendaraan dilakukan dengan mengedepankan riset, rekayasa, pengujian, serta evaluasi terhadap performa kendaraan di lintasan.
Prestasi di Italia sekaligus memperlihatkan kiprah mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kendaraan dan berkompetisi bersama tim-tim universitas dari berbagai negara.
Bagi Bimasakti Racing Team, perjalanan dari Yogyakarta menuju sirkuit Autodromo Riccardo Paletti bukan hanya tentang mengejar posisi di klasemen.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan teknis, manajemen tim, inovasi, dan daya saing di tingkat internasional.