Omset rata-rata yang didapatkan dari usaha warkop tradisional bisa mencapai Rp 400.000 per hari. Namun, seperti usaha lainnya, warkop juga memiliki tantangan tersendiri. Cuaca buruk seperti hujan bisa menjadi kendala bagi keberlangsungan usaha ini.
“Saat hujan, pengunjung biasanya berkurang karena mereka lebih memilih untuk tetap di rumah. Tapi saat cuaca baik, warkop menjadi tempat nongkrong yang asyik,” tambahnya.
Melihat potensi dan tantangan yang dihadapi, Bang Yos mengharapkan agar pemerintah setempat memberikan perhatian lebih kepada usaha warkop tradisional. Dukungan ini bisa berupa bantuan modal untuk pengembangan usaha, serta inisiatif-inisiatif lainnya yang dapat membantu meramaikan dan mempromosikan usaha warkop.
“Pemerintah harus melihat potensi besar dari usaha warkop tradisional ini. Mereka bisa memberikan bantuan modal atau program pelatihan bagi pemilik warkop agar mereka bisa mengembangkan usahanya lebih baik lagi,” jelas Bang Yos.
Selain bantuan modal, Bang Yos juga menyarankan agar pemerintah ikut meramaikan usaha UMKM ini dengan mengadakan acara-acara komunitas di warkop atau mempromosikan warkop melalui media sosial resmi pemerintah daerah.