Menurutnya, dalam pengalamannya didunia aktivis selama puluhan tahun, kerap mendengar dan melihat adanya praktik-praktik yang menyimpang dari oknum-oknum wartawan. Bahkan penyimpangan tersebut, disebutnya mengarah kepada pelanggaran hukum yang telah membuat suatu kesan buruk terhadap institusi Pers Nasional. Ia juga merinci sudah tidak heran lagi mendengar banyaknya wartawan yang muncul tanpa berita, atau hanya sekedar pergi bertemu narasumber dengan tujuan meminta sejumlah uang.
“Harusnya tugasnya melakukan wawancara atau konfirmasi terkait isu atau informasi yang berkembang di masyarakat. Baik dalam bentuk laporan yang diterima dari sumber, atau adanya temuan, atau hasil investigasi lapangan, seharusnya dengan dasar itu, seorang wartawan dapat menghasilkan berita-berita yang berkualitas untuk mengedukasi masyarakat dan mendorong supremasi hukum, atau menyuarakan kebenaran ke masyarakat,” Katanya.
Kabarnya selain Dikaios Sirait, hadir sekretaris jenderal PKN serta jajaran lainnya, turut memberikan dukungan atas pembentukan DPD-PPDI DKI Jakarta, yang kepemimpinannya dipercaya kepada Hendra Ranto Sibarani, S.E.,S.H, sebagai ketua.
Diketahui, puluhan wartawan jurnalis dan pemilik media di kota Jakarta, dan sejumlah rekan-rekan Pers dari kota terdekat seperti Bekasi, juga hadir menggabungkan diri menjadi pengurus DPD-PPDI DKI Jakarta. Dan suatu kehormatan tersendiri, dukungan moril dan pembinaan semangat juga tak lupa diberikan oleh dua sosok jenderal pensiunan dari Polri, yakni Irjen Pol Dr. Abdul Gofur, dan Brigjenpol (Purn) Drs. Hilman Thaib Mandagi.
Selama berlangsungnya rapat tersebut, ketua Umum DPP-PPDI, Feri Sibarani, S.H.,M.H, CCDE., CLDSI, selalu menekankan perlunya suatu jiwa profesionalisme dalam mewujudkan kinerja wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik di tengah-tengah Negara Indonesia yang terus mengalami dinamika politik dan ekonomi serta kehidupan sosial dan budaya.