“Kami tidak menolak adanya tanggul, tapi bentuk dan ukurannya harus sesuai. Jangan sampai justru menyebabkan kecelakaan atau kerusakan kendaraan,” kata salah satu pengendara yang melintas.
Sementara itu, seorang pedagang nasi yang berjualan di sekitar lokasi menjelaskan bahwa tanggul dibangun sekitar satu bulan yang lalu. Ia menyebutkan, selain berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan, tanggul juga dimaksudkan sebagai penghalang agar air tidak masuk ke area permukiman yang kerap terdampak banjir.
“Katanya sih buat cegah air masuk, soalnya di sini sering banjir,” ujarnya.
Saat awak media mengkonfirmasi Ketua RT 11, Wahyudi, menyampaikan bahwa warga berencana mengadakan musyawarah untuk membahas perbaikan tanggul tersebut. Ia mengatakan bahwa warga akan melakukan urunan atau patungan untuk membeli semen, dan meratakan kembali ketinggian tanggul agar lebih aman bagi kendaraan.
“Kami akan musyawarah. Warga sepakat untuk patungan beli semen dan memperbaiki tanggul agar tidak terlalu tinggi. Tujuannya supaya tidak merusak bagian bawah mobil, terutama sedan,” ungkap Wahyudi.