Melalui program ini, Pemerintah Kota Bekasi menyediakan 19.417 paket bahan pokok yang didistribusikan di 12 kecamatan. Khusus Kecamatan Bekasi Timur, disiapkan 2.362 paket. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram. Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai satu paket mencapai Rp121.500. Namun, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp51.500, sehingga masyarakat hanya membayar Rp70.000 per paket.
“Pasar murah ini bukan sekadar program rutin, tetapi bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama di bulan Ramadhan,” ujar Tri Adhianto.
Ia menegaskan bahwa program ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Dengan adanya intervensi pemerintah, diharapkan harga bahan pokok di pasaran tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Kita ingin menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan langkah konkret seperti ini, daya beli masyarakat bisa tetap terjaga dan situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Tri juga mengapresiasi sinergi antara perangkat daerah, Perum Bulog, Kantor Pos Indonesia, serta seluruh panitia yang terlibat. Ia berpesan agar pelaksanaan kegiatan dilakukan secara tertib, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.