“Saya pasang tarif semir sepatu Rp10 ribu, pak. Nggak mahal,” tambahnya sambil tersenyum.
Perjalanan hidup Nurdin mencerminkan realitas masyarakat pekerja informal yang terus berjuang di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Kreativitas dan kegigihan menjadi modal utama untuk tetap bertahan dan produktif. Di balik kotak semir kecil yang ia bawa, tersimpan harapan besar untuk kelangsungan hidup keluarganya.
Kisah Nurdin menjadi potret human interest yang menggambarkan bagaimana warga berusaha bangkit dan menyesuaikan diri di tengah keterbatasan, demi menyambung hidup dengan cara yang bermartabat.
LEONARD MF