“Jalan di dalam area TPA berlumpur dan sulit dilalui kendaraan. Tembok pembatas banyak yang ambruk. Bahkan jalan dua lajur menuju lokasi pembuangan kini hanya bisa digunakan satu lajur karena rusak dan tergenang air. Ini sering menimbulkan kemacetan hingga ke jalan raya,” ungkapnya.
Kondisi tersebut juga dibenarkan oleh Hasan Gito, Kepala Divisi Alat Berat di TPA Sumurbatu. Ia mengungkapkan bahwa banyak alat berat mengalami kerusakan dan belum mendapatkan respons cepat dari dinas terkait.
“Alat berat yang rusak sudah kami laporkan ke dinas, tapi responnya lambat. Kalau seperti ini, bagaimana bisa bekerja maksimal?” tegas Hasan.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Bantargebang, Suryono, ST., mendesak Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk segera melakukan pembenahan.
“Keberadaan TPA Sumurbatu berdampak besar terhadap masyarakat sekitar. Mulai dari bau menyengat, isu kesehatan, hingga terganggunya sumber mata air warga. Harus ada langkah cepat dan konkret dari pemerintah,” tegasnya.