Menurutnya, kehadiran IIMS dengan partisipasi berbagai merek dan rangkaian program menjadi dorongan penting untuk memperkuat kembali kinerja industri otomotif pada 2026.
Ia menyebut penyelenggaraan IIMS dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan konsisten, dengan nilai transaksi meningkat dari Rp5,3 triliun pada 2023, menjadi Rp6,7 triliun di 2024, dan Rp8 triliun pada 2025.
Pemerintah berharap IIMS 2026 menjadi katalis percepatan pemulihan sekaligus penguatan fondasi industri otomotif nasional, termasuk memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan,
meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendorong investasi dan inovasi di sektor tersebut.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan IIMS 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan otomotif.