Selanjutnya, Pembinaan Teritorial yang terjalin baik antara Prajurit TNI dengan Aparat dan Tokoh Masyarakat Kampung Yenggernok, menghasilkan pelaksanaan gotong royong yang berjalan dengan aman dan lancar serta melibatkan banyak pihak yang dapat mempercepat proses pembangunan.
Potret kebersamaan warga dengan Prajurit TNI dalam gotong royong pembuatan Honai tersebut menggambarkan bahwa kebersamaan masih tertanam dalam budaya dan menjadi tradisi masyarakat Papua, mulai dari proses penyiapan kayu, penyiapan jerami, pemasangan kerangka Honai dan pemasangan jerami sebagai atap. Merespon pembangunan Honai secara gotong royong, Bapak Matius dengan antusias berkata.
“Terima kasih Komandan 323. Pembangunan Honai berjalan lancar. Tuhan memberkati,”ucap Matius.
Usai menerima laporan kegiatan, Panglima HABEMA, Brigjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan.
“Inisiatif Satgas Yonif 503 Kostrad mengajak masyarakat bergotong royong membangun Honai di Kampung Yenggernok merupakan realisasi TNI dalam melakukan Komunikasi Sosial yang inklusif dengan seluruh stakeholder dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua,” pungkasnya.