Mendengar penjelasan tersebut, aparatur Desanya langsung gerak cepat untuk menolong korban.
Dengan pihak Perangkat Desa, korban sempat dibawa ke Puskesmas Pajarakan. Namun karena luka sayatan pada kemaluannya parah dan nyaris putus, pihak Puskesmas merujuk korban ke RSUD Waluyo Jati, Kraksan.
Kades menerangkan, aksi nekat SA tersebut diduga karena depresi lantara sudah dua kali gagal menjalin hubungan rumah tangga.
Dengan istri yang pertama, SA dikarunia seorang anak. Namun, hubungan rumah tangganya gagal lantaran sering terjadi pertengkaran.
Usai bercerai dengan istri pertamanya, SA kembali menikah dengan istri yang nomor dua. Namun, belum dikaruniai buah hati, hubungan SA dengan istri ke duanya kembali gagal dan berakhir dengan perceraian.(Sumber,BacainD.com)