Terkait awal mula gagasan ini, Direktur utama BPRS Patriot, Fasihul Islam, mengungkap bahwa _project_ ini berawal karena merasa tergugah untuk menghadirkan hunian yang layak dan terjamin sanitasinya dengan dengan memberikan kesempatan ini kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Sanitasi memiliki pengaruh yang sangat signifikan. Bukan hanya terhadap kesehatan, tapi juga merupakan salah satu langkah pencegahan stunting. Oleh sebab itu, sasaran dalam program IGAHP ini adalah masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga harganya lebih terjangkau,” ujar Fasihul Islam.
Sebagai _developer_, Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Ananta Wiyogo, mengungkapkan, _Indonesian Green Affordable Houseing Project (IGAHP)_ mengadopsi teknologi dengan mengurangi emisi karbon dan mendorong konservasi energi.
“Program IGAHP mengintegrasikan teknologi dan material bangunan yang ramah lingkungan sehingga rumah dibangun tidak hanya untuk ditinggali tapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan terutama dalam pengurangan emisi,” imbuh Ananta Wiyogo.
Wiyogo juga menambahkan, “Proyek percontohan di Kota Bekasi akan berfokus pada 40 rumah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi. Untuk memenuhi syarat program, rumah tangga harus memenuhi kriteria pendapatan dan kelayakan tertentu. Pemerintah daerah akan berperan penting dalam mendukung proyek dengan memberikan izin, inspeksi, dan layanan yang diperlukan lainnya,” ungkapnya.