Wali Kota juga mendorong agar model yang dikembangkan di Vida tidak berhenti di satu kawasan. Menurutnya, kawasan perumahan lain memiliki peluang untuk ikut membangun ekosistem pasar rakyat.
Saat ini, aktivitas Car Free Day telah berjalan di sejumlah kawasan, termasuk Ahmad Yani, Vida, dan Harapan Indah. Ke depan, kawasan Galaxy, Lagoon, hingga Summarecon diharapkan dapat ikut berkolaborasi dalam pengembangan pasar rakyat berbasis kawasan.
“Perumahan Vida ini, menjadi salah satu inisiator dalam pengembangan pusat pasar rakyat berbasis kawasan. Ke depan, tentu kawasan perumahan seperti Galaxy, Lagoon, dan Summarecon dapat menjadi tambahan dalam kolaborasi pasar rakyat ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyampaikan bahwa kawasan Vida dapat menjadi salah satu contoh yang dikembangkan di daerah lain.
“Perumahan Vida menjadi role model yang dapat diduplikasi di daerah lain untuk pengembangan ekonomi kecil dan menengah,” ujar Cak Imin.
Kehadiran pasar rakyat berbasis kawasan bukan sekadar kegiatan perdagangan, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan pemerintah, pengelola kawasan, koperasi, UMKM, dan masyarakat.
Wali Kota berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas sehingga semakin banyak kawasan di Kota Bekasi yang memiliki ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi di lingkungan terdekatnya.
“Dari satu kawasan kita belajar, dari beberapa kawasan kita kembangkan, dan dari 1001 titik kita berharap lahir 1001 pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Wali Kota Bekasi.
(Red)